Wisata Petualangan Alam Taman Nasional Ujung Kulon


Mengisi liburan untuk menikmati indahnya alam akan membuat pikiran anda lebih fresh. Salah satu cara tersebut dapat menghilangkan kepenatan anda jika tinggal di kota besar yang sumpek dan padatnya lalu lintas danbanyaknya keramaian manusia. Salah satu pilihannya anda bisa mengunjungi alam terbuka yaitu Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasioanl Ujung Kulon ini tepatnya terletak di bagian paling barat Pulau Jawa yang dianggap sebagai salah satu warisan dunia yang memikat.


Secara administratif, Ujung Kulon termasuk dalam Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Seperti halnya tempat wisata di Jawa Barat, daya tarik utama Ujung Kulon adalah lingkungan alam yang indah dan asri. Taman Nasional Ujung Kulon merupakan pusat pelestarian binatang langka badak Jawa bercula satu. Taman ini sebagai taman nasional pertama di Indonesia yang memegang peran penting kawasan hutan tropis untuk melindungi berbagai fauna yang mungkin terancam hampir punah. Ujung kulon ini memiliki luas sekitar 120.551 hektare meliputi 76.214 hektare tanah digunakan untuk konservasi fauna dan flora kemudian sisanya 44.337 hektare tanah sebagai bagian dari konservasi kelautan.

Tempat wisata di Banten bagian utara didominasi oleh tempat wisata sejarah budaya Kerajaan Banten. Sedangkan tempat wisata di Banten bagian selatan, termasuk Ujung Kulon, pada umumnya berupa wisata alam dengan formasi pantai dan pegunungan. Kedua jenis pariwisata Banten ini menjadi sumber pendapatan penting bagi salah satu provinsi termuda di Indonesia ini.

Rekomendasi Tempat Wisata di Taman Nasional Ujung Kulon

Secara umum, kegiatan berwisata petualangan alam di Taman Nasional Ujung Kulon dibagi menjadi beberapa area, yaitu Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Gunung Honje, dan Semenanjung Ujung Kulon. Sebagian paket wisata Ujung Kulon juga menyertakan acara liburan ke Taman Nasional Gunung Krakatau di Bengkulu sebagai bagian dari jalur pariwisata di Selat Sunda.
Untuk bisa menjelajahi salah satu tempat wisata di Indonesia populer ini, wisatawan membutuhkan waktu antara 3 sampai 4 hari. Berikut ini ulasan singkat beberapa titik penjelajahan yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon.

Karang Copong Dan Tanjung Layar


Pemberhentian awal liburan ke Ujung Kulon adalah melalui Desa Sumur. Pilihan lain memulai liburan adalah dari desa Taman Jaya. Sesampai di Taman Jaya, jangan terburu langsung bergegas ke Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Sempatkan menikmati keindahan alam Karang Copong dengan cara berenang, jalan-jalan santai, maupun menyalurkan hobi fotografi.

Setelah rileks di Karang Copong, perjalanan wisata lanjut ke Tanjung Layar. Tanjung Layar merupakan ujung paling barat dari Pulau Jawa. Tanjung Layar memiliki tiga buah mercu suar yang bersejarah. Dari ketiga mercu suar yang ada, hanya satu yang masih berfungsi dengan baik. Dua lainnya telah rusak akibat letusan Gunung Krakatau dan kerusakan secara alami.

Keindahan Pantai Pulau Peucang

Dari Tanjung Layar, wisatawan bisa menyeberang ke Pulau Peucang yang ada di seberang. Pilihan tempat menginap paling menantang disini adalah kamar bivak. Pulau ini sudah disediakan fasilitas yang cukup memadai. Tarif sewa kamar sekitar Rp 150.000 per malam dan mampu menampung sampai delapan orang. Pulau Peucang yang tidak begitu luas menawarkan keindahan gambar tempat wisata yang indah.


Siapkan kamera Anda untuk mengabadikan spot-spot menarik di Pulau Peucang. Selain memiliki wisata pantai disini juga bisa melakukan kegiatan snorkeling dan diving, anda nanti juga bisa melihat adanya monyet berekor panjang dan rusa. Taman bawah laut dengan indahnya karang akan membuat anda semakin betah disini tanpa memikirkan beban-beban hidup. Di bagian utara pulau peucang anda bisa menikmati karang yang dinamakan karang Copong. Kemudian pada sore hari anda bisa melanjutkan untuk menikmati pemandangan di padang rumput Cidaon.

Acara liburan yang menyenangkan di Pulau Peucang adalah menjelajahi keindahan alam bawah laut di sekitar Citerjun. Kekayaan hayati laut Pulau Peucang tidak kalah dibanding Taman Nasional Bunaken, Kepulauan Raja Ampat, dan Kepuluan Seribu. Ketika lelah menyelami dunia bawah laut Pulau Peucang, terdapat bale-bale yang bisa dijadikan rest area. Oh ya, Pulau Peucang dihuni oleh burung merak yang tumbuh secara liar. Jika beruntung, Anda bisa bersantai dengan ditemani burung merak yang sedang jalan-jalan.

Keasrian Alam Pulau Panaitan

Kegiatan eksplorasi Pulau Peucang memang menyenangkan, namun petualangan wisata Ujung Kulon bertambah seru dengan melanjutkan perjalanan ke Pulau Panaitan. Pulau ini berada di kawasan Taman Nasional yang tidak begitu banyak orang tahu. Kepulauan ini berlokasi tidak jauh dari Pulau Peucang hanya saja diperlukan waktu berkisar 1 jam untuk berlayar menyebrang ke sana. Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan berkemah, tidak ada salahnya bila Anda mendirikan kemah di sekitar Pantai Pulau Panaitan.


Menghabiskan malam dengan memandang bintang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam liburan Anda kali ini. Selain berkemah lokasi ini sangat cocok untuk snorkeling dan surfing jika anda ingin mencobanya. Karena disini banyak peselancar yang menikmati ombak di pulau ini. Ada salah satu tempat yang dimana ombak sangat bagus untuk dijadikan berselancar, area tersebut cukup terkenal dan dijuluki dengan one palm point.

Kawasan Pulau Panaitan terdiri dari hutan hujan, hutan mangrove dan pantai yang indah. Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Panaitan dapat menikmati keasrian alam yang sangat sedikit tersentuh modernisasi. Selain itu, Pulau Panaitan juga menjadi habitat alami beberapa satwa seperti kera ekor panjang, rusa, babi hutan, buaya, kancil, beraneka spesies burung, dan ular phyton.

Pelestarian Satwa Langka Semenanjung Ujung Kulon


Bagian paling menarik dari wisata berpetualang di Taman Nasional Ujung Kulon adalah Cidaon. Cidaon merupakan salah satu habitat alami binatang sapi liar, merak, badak bercula satu, dan satwa langka lainnya. Inilah tempat wisata yang akan memanjakan pecinta kegiatan petualang alam liar. Untuk menjaga kealamian suaka margasatwa, Pemerintah sangat sedikit sekali mengubah kondisi alam yang ada.

Daya Tarik Pulau Handeuleum

Pulau Handeuleum ini dikelilingi oleh banyaknya hutan mangrove yang memiliki daya tarik tersendiri yaitu ketika kita pertama kali menginjakkan kaki akan bertemu hewan ular, monyet dll. Pulau ini merupakan gugusan pulau besar dan kecil. Memilki Sungai Cigenter sehingga anda dapat menikmati menyelusuri sungai dengan menggunakan perahu dayung atau canoe untuk menambah pengalaman berpetualang anda.


Anda akan melewati hutan lebat tropis dan akan melihat banyak berbagai tanaman maupun hewan yang berada disekitar tepi sungai. Jika anda nanti beruntung akan melihat buaya muara yang muncul di Sungai Cigenter. Ini pengalaman yang patut anda coba yang sangat eksotis dan tidak mudah ditemukan di berbagai tempat wisata lainnya.

Ratusan tahun yang lalu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon merupakan daerah pertanian di provinsi Jawa Barat. Ketika Gunung Krakatau meletus dengan dahsyat pada tahun 1883, sebagian besar makhluk hidup yang tinggal di kawasan tersebut terbawa gelombang tsunami. Beberapa tahun kemudian wilayah Ujung Kulon tumbuh sebagai tanah yang subur dengan keanekaragaman hayati yang melimpah dan bisa kita nikmati hingga saat ini. Ayo berpetualang ke tempat wisata Taman Nasional Ujung Kulon di Banten!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Wisata Petualangan Alam Taman Nasional Ujung Kulon"

Posting Komentar