Wisata Petualangan Ke Pulau Komodo Dan Pulau Rinca


Apa kabar sobat backpacker di Indonesia? Kembali lagi bersama kami untuk mengulas berbagai tempat-tempat wisata terindah di Indonesia. Artikel kali ini akan mengulas serunya petualangan ke salah satu tempat wisata di Indonesia Timur, yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Inilah wisata petualang yang akan memacu adrenalin dan daya tahan fisik Anda. Kedua pulau tersebut masuk dalam kawasan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).


Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai perjalanan sekaligus petualangan kami menuju ke tempat wisata Pulau Komodo dan Pulau Rinca!

Penerbangan Menuju Labuhan Bajo ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca

Sebelum mencapai Pulau Komodo dan Pulau Rinca, wisatawan yang berangkat dari Jakarta bisa memilih jalur penerbangan dengan tujuan Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Setelah transit di Denpasar, perjalanan wisata lanjut ke Ruteng lewat Lapangan Terbang Satartacik, terus lanjut lagi ke Labuhan Bajo. Tapi kebanyakan backpacker yang berlibur ke Pulau Komodo memilih dari Denpasar langsung ke Labuhan Bajo dengan berbagai mode transportasi yang ada.


Saat itu, para wisatawan yang sepakat liburan bersama sampai di Labuhan Bajo sudah sore, kira-kira waktunya jelang maghrib WITA. Tanpa membuang waktu lagi, perjalanan petualangan lanjut ke Pulau Rinca. Kami sepakat mengejar waktu untuk bermalam di Rinca. Pemandangan sunset di Rinca sangat indah, tak kalah menarik dibanding sunset di Bali. Panorama alam ini teramat sayang untuk dilewatkan dalam gambar tempat wisata.

Menjelajah Loh Buaya dan Pulau Rinca

Pagi-pagi sekali kelompok wisatawan yang datang dari berbagai kota di Jawa ini menuju Loh Buaya, masih termasuk wilayah Pulau Rinca. Petualangan di Pulau Rinca ini tidak sendirian. Kami menyewa seorang ranger, semacam tour guide khusus untuk kegiatan petualangan wisata yang menantang adrenalin. Ranger tersebut dikenal berpengalaman dan memahami medan Pulau Rinca dengan baik. Pengetahuan dan pengalaman tersebutlah yang sangat dibutuhkan oleh setiap wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo.


Ketika menjejakkan kaki di gerbang Loh Buaya, para turis disambut oleh penampakan seekor komodo. Awalnya kami ketakutan dengan kehadiran ora, sebutan hewan komodo dalam bahasa setempat. Tapi lama kelamaan kami bisa menguasai diri dan tidak terlalu takut. Meski tingkah laku komodo tampak pendiam, ranger kami mengingatkan bahwa karakter komodo tidak bisa ditebak. Komodo bisa saja berubah menjadi trengginas dalam waktu singkat tanpa alasan yang kita ketahui.

Komodo di Pulau Rinca ini hidup berkeliaran secara bebas diantara rumah-rumah panggung yang dibuat warga. Rumah panggung tersebut ada yang berfungsi sebagai kantor organisasi pelestarian satwa langka, kantor departemen terkait pengembangan pariwisata, tempat tinggal para ranger, hingga kios-kios warga yang menjual cenderamata khas Pulau Rinca. Agak ngeri juga harus tinggal di rumah yang setiap saat bisa dinaiki komodo.

Aturan dan Tips Berlibur ke Pulau Komodo

Selama trekking di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, ada beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar para wisatawan yang berkunjung kesana. Aturan ini dipakai demi keamanan dan kenyamanan selama berwisata di daerah kekuasaan binatang purba komodo. Apa saja larangan pengunjung selama berada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca? Aturan tersebut antara lain:

·         Dilarang merokok. Rokok bukan saja bisa membakar semak-semak kering, tetapi juga bisa tertelan oleh anak komodo yang iseng mengais makanan dari puntung rokok.

·         Dilarang membuang sampah di sembarang tempat. Kalau ini alasannya sudah jelas. Sampah menyebabkan lingkungan tercemar dan sulit didaur ulang tanah. Apalagi kalau sampah plastik sampai tertelan komodo, bisa-bisa para komodo tewas seperti kejadian di Kebun Binatang Surabaya.
·         Dilarang berisik. Sekali lagi, perilaku komodo tidak bisa diprediksi. Dia bisa berubah dari pendiam menjadi ganas dalam waktu sekejap, terutama kalau dia merasa terusik oleh kehadiran manusia di wilayah kekuasaannya.

·         Dilarang berpisah dari rombongan wisata. Berpetualang sendirian di Pulau Komodo sangat berbahaya mengingat komodo adalah hewan karnivora atau pemakan daging. Anda bisa bayangkan kalau sampai lepas dari rombongan dan tersesat, butuh kerja keras dan keberuntungan supaya bisa balik lagi ke rumah.

·         Wanita yang sedang haid dilarang ikut berpetualang di wilayah Komodo. Apakah alasannya? Baca keterangan di bawah ini.

Khusus untuk pantangan wanita haid dilarang ikut trekking di Pulau Komodo karena menurut pengalaman ranger tersebut, komodo sangat sensitif terhadap bau darah. Darah tersebut berasal dari mana saja, baik dari manusia sehat maupun peluruhan sel telur melalui proses menstruasi. Hal ini dibuktikan dengan pengalaman masa lalu ranger yang pernah memandu sekelompok wanita untuk menjelajah area perkembangbiakan komodo. Walau sudah diberi peringatan wanita haid tidak boleh ikutan, ternyata ada yang nekat ikut.

Bisa ditebak hasilnya. Lima ekor komodo tiba-tiba mengerubung rombongan wisatawan tersebut. Sontak saja hal ini membuat panik para wisatawan. Untungnya setiap ranger dilengkapi dengan peralatan keamanan diri semacam tongkat besi dengan ujung bercabang, sehingga sekawanan komodo tadi bisa diusir. Belajar dari pengalaman tersebut, aturan tidak tertulis di atas diberlakukan di tempat wisata Pulau Komodo dan Pulau Rinca demi keamanan wisatawan sendiri. Sebelum berangkat trekking, para ranger sudah mewanti-wanti wisatawan agar patuhi aturan di atas.

Komodo Island is The New Seven Wonder

Setelah menjelajah Pulau Rinca, trekking selanjutnya adalah Pulau Komodo yang asli. Jumlah binatang komodo yang tinggal di Pulau Komodo lebih banyak daripada di Pulau Rinca. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan lebih saat berlibur di tempat wisata yang masuk The New Seven Wonder ini. Jalur awal penjelajahan Pulau Komodo berada di Loh Liang. Dari Loh Liang para wisatawan diajak menikmati pemandangan alam Pulau Komodo dengan vegetasi alam sabana, stepa, dan sedikit hutan hujan tropis. Pulau Komodo berhawa panas sepanjang tahun. Iklim ini cocok untuk perkembangbiakan hewan komodo.


Masih menurut keterangan ranger yang menggiring kami menjelajah Pulau Komodo, ternyata untuk sekali masa bertelur Komodo bisa menghasilkan telur berjumlah 15 sampai 30 butir. Lumayan banyak kan? Tapi dari sekian banyak telur yang brojol ke dunia, nggak semuanya bisa tumbuh dan selamat menjadi anak komodo. Biasanya tersisa hanya 3 sampai 4 ekor anak komodo yang sanggup bertahan hidup di iklim keras seperti itu. Sedikitnya rasio kelahiran selamat ini juga disebabkan karena faktor pemangsaan hewan komodo lain.

Daya Tarik Pulau Komodo dan Pulau Rinca Lainnya

Daya tarik Pulau Komodo dan Pulau Rinca bukan hanya makhluk purba komodo. Masih ada sejumlah titik wisata yang menarik untuk dijelajahi disana. Apa saja itu? Ada kegiatan snorkelling di Pantai Merah, wilayah konservasi burung kakaktua jenis Sulphurea Hill, Gili Laba, Pulau Bidadari, Pulau Kanawa, dan beberapa tempat lain. Sebelum pulang ke rumah, sempatkan diri memberi oleh-oleh khas NTT di Labuan Bajo. Cenderamata Labuhan Bajo pada umumnya berkisar tentang keindahan Pulau Komodo dan kehidupan masyarakat setempat.


Pulau Komodo memang sangat tepat mendapat julukan The New Seven Wonder. Keindahan dan keajaiban pulau tersebut berpadu dengan nilai historis hewan komodo sebagai satu-satunya binatang purba yang masih tersisa di muka bumi. Merupakan tugas generasi saat ini untuk melestarikan hewan langka komodo dari kepunahan. Tempat wisata tersebut juga harus dimanfaatkan demi peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar. Ayo kita jalan-jalan ke tempat wisata di Pulau Komodo dan Pulau Rinca!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Wisata Petualangan Ke Pulau Komodo Dan Pulau Rinca"

Posting Komentar